DENPASAR — Budaya patriarki yang telah mengakar di Indonesia sudah seharusnya diakhiri, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si dalam sambutannya di acara pembukaan Sosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu Melalui Festival Generasi Berencana (Genre) yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Selain Kepala BKKBN Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo SP.OG (K), turut hadir Ketua DPR RI Dr. (HC.). Puan Maharani, S.Sos dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta.

Menteri Bintang mengungkapkan, saat ini perempuan punya kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam meraih cita-cita. Dia pun mencontohkan prestasi yang diraih Puan Maharani untuk bisa menjadi orang nomor satu di lembaga legislatif tersebut.

“Ibu Puan Maharani menjadi inspirasi perempuan Indonesia. Kenapa beliau menjadi inspirasi kita? karena tidak ada kata tidak mungkin dan tidak bisa bagi perempuan karena beliau adalah ketua DPR RI perempuan pertama di Indonesia,” kata Menteri Bintang.

Oleh karena itu, dihadapan ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kabupaten Badung, Menteri Bintang menegaskan bahwa saat ini lah waktu yang tepat bagi remaja perempuan untuk mulai memikirkan masa depan mereka. 

“Artinya apa? Dengan budaya patriarki yang sudah mengakar di kita, tidak ada yang bisa menutup kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin. Karena ini sudah diatur oleh Konstitusi negara kita UUD 1945 bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama baik itu laki-laki maupun perempuan,” ujarnya.

Senada dengan Menteri Bintang, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan bahwa perempuan saat ini punya daya saing kuat, tidak kalah dengan kaum laki-laki.

Hasto menyebut saat ini proporsi penduduk Indonesia diisi oleh mayoritas usia produktif dimana 64% nya adalah remaja. Adapun perbandingan remaja perempuan dan laki-laki jumlahnya seimbang yakni 50:50.

“Hanya tidak mengurangi rasa hormat yang laki-laki, sekarang ini kalau tes dimana saja yang hebat-hebat itu perempuan-perempuan, ini luar biasa,” kata Hasto.

Kepada Forum Genre Indonesia, Hasto berharap lahir remaja-remaja Indonesia yang tangguh dan berdaya saing, terutama kepada remaja perempuan yang kelak akan hamil dan melahirkan. Hasto optimis jika Genre menjalankan fungsinya dengan baik, maka ke depan tidak akan ada lagi lahir bayi stunting.

“Dengan Forum GenRe ini saya yakin akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan ceria serta menjadi sumber daya manusia unggul dan maju,” tuturnya.

Sementara itu Ketua DPR RI Puan Maharani menambahkan, remaja adalah tulang punggung pembangunan berkelanjutan Indonesia. Di tangan mereka lah masa depan Indonesia ditentukan. 

“Mau jadi Indonesia yang hebat, yang maju atau Indonesia yang seperti ini saja itu ada di tangan kalian, remaja Indonesia,” kata Puan.

Puan pun berpesan kepada remaja perempuan yang kelak akan menjadi ibu  agar kelak dapat melahirkan generasi yang cerdas dan bebas dari stunting. 

“Tentu saja harus mempersiapkan dirinya agar nanti anak yang dikandung oleh ibunya kemudian dilahirkan oleh ibunya, setelah lahir menjadi bayi atau anak-anak sehat bukan hanya anaknya saja tapi ibunya juga sehat,” tuturnya.

Oleh karena itu Seribu Hari Pertama Kehidupan menjadi penting untuk diperhatikan. Puan yakin dengan adanya Forum Genre Indonesia akan lebih banyak mencetak generasi-generasi unggul. n (FBA)

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

 

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

 

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.