BADUNG, BALI—Ketua DPR RI Puan Maharani, hadir dalam acara Sosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu melalui Festival GenRe yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Forum GenRe Indonesia di Badung-Bali, Selasa (30/08/2022) yang bertujuan untuk mengedukasi remaja terkait penyiapan berkeluarga, khususnya dalam upaya mencegah stunting.

“Saya melihat Gen Z sebagai titik awal masa kejayaan Indonesia. Anak-anak muda ini nantinya akan mengikuti zaman dan globalisasi, mereka akan memutuskan apakah Indonesia bisa mencapai Indonesia Emas Tahun 2045 atau tidak,” kata Puan.

Menurut Puan, remaja lebih mau mendengarkan anak seusianya daripada mendengarkan nasihat dari orang yang lebih tua. Untuk itu, dalam mempersiapkan remaja yang berkualitas, Puan berharap BKKBN dan Genre dapat memanfaatkan peluang melalui program-program yang ada, salah satunya adalah dengan sosialisasi oleh Duta Genre yang ke depannya diharapkan akan membentuk perencanaan berkeluarga yang matang. 

“Setiap remaja pasti memiliki rencana hidup. Setelah bersekolah biasanya mau kerja, lalu lanjut menikah. Apa yang menjadi rencananya itu harus diperhatikan juga. Jangan hanya siap secara fisiknya saja, melainkan siap lahir, batin juga mentalnya,” ujarnya.

Puan juga menyampaikan perencanaan berkeluarga sangat erat kaitannya dengan pencegahan stunting. Remaja perempuan yang akan menjadi calon ibu harus mempersiapkan diri agar anak bisa dikandung dan dilahirkan dengan sehat.

“Pra konsepsi dan 1000 HPK sangat penting untuk kita sosialisasikan dan upayakan bersama. Hal ini sangat menentukan masa depan generasi Bangsa Indonesia yang hebat, cerdas, dan berkualitas”, jelas Puan.

Sementara itu, Menteri PPPA sekaligus Bunda Genre Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawanti dalam sambutannya menyampaikan, PPPA mendapatkan lima amanat dari Presiden yang harus diselesaikan, salah satunya adalah pencegahan perkawinan anak, yang memiliki andil yang besar dalam penurunan stunting.

“Perkawinan anak sangat berkaitan langsung antara kesiapan fisik dan psikis ibu terhadap kondisi kesehatan bayi. Jika ibu belum cukup usia, maka bayi yang dilahirkan tidak dapat berkembang maksimal. Begitu pula jika ibu belum siap mental, stress dan depresi berkelanjutan, sangat mempengaruhi kualitas ASI ibu,” kata Bintang.

Sebagai Bunda Genre dan Bunda Forum Anak, Bintang berharap sinergi para Duta Genre dan Forum Anak dapat dilakukan dengan maksimal, karena kolaborasi dan sinergi antara Forum Anak dan para Duta Genre merupakan kekuatan besar anak muda yang mampu menggerakkan anak-anak dan remaja.

“Dua wadah ini saling menguatkan dan saling melengkapi satu sama lain. Untuk itu, anak-anak yang tergabung dalam forum anak dan Duta GenRe, saya harap kalian bisa menjadi agen perubahan dan inspirator bagi remaja seusia kalian untuk membiasakan pola hidup sehat dan merencanakan generasi masa depan yang gemilang,” ucapnya.

Terakhir, Bintang mengajak kepada semua stakeholder untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan anak-anak Indonesia yang bebas stunting dan berkualitas menuju  cita-cita Indonesia Layak Anak (IDOLA) Tahun 2030 dan Indonesia Emas Tahun 2045.

“Kita hanya bisa menjadi negara yang maju apabila anak-anak kita tumbuh dengan kondisi sehat lahir batin, cerdas dan berakhlak, serta berkarakter. Mari bersama-sama kita bersinergi agar seluruh anak Indonesia menjadi anak yang berkualitas,” katanya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G. (K) yang menyampaikan pesannya, “Festival GenRe yang dihadiri oleh 1000 orang remaja di Bali ini terdiri dari remaja perwakilan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Forum Genre Indonesia  dan Forum Anak, diharapkan dapat mengedukasi remaja agar dapat menerapkan usia menikah ideal dalam kehidupan dan dapat menjadi media untuk menyebarluaskan edukasi terkait penyiapan berkeluarga agar remaja mengetahui apa saja kesiapan sebelum menikah, agar remaja dapat menciptakan keluaraga Bahagia dan sejahtera”, pesan dr. Hasto.

“Dengan adanya Duta Genre dan Forum Anak, sosialisasi dan promosi program akan lebih efektif karena komunikasi yang lebih terjalin dilakukan dengan pendekatan dari, oleh, dan untuk remaja. Duta Genre akan memberi nilai lebih dalam sosialisasi dan promosi program Genre,” kata dr. Hasto. (Humas/TWD).

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 Halim Perdanakusumua, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.