MEDAN– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dharma Pertiwi Pusat fokus untuk sosialisasi dan kampanye percepatan penurunan stunting di daerah prioritas percepatan penurunan stunting. Dalam upaya itu, BKKBN dan Dharma Pertiwi TNI, serta Kementerian Pertanian menggelar roadshow ke Provinsi Sumatera Utara, Kamis (25/08/2022).

Dalam roadshow dilakukan beragam kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting, seperti sosialisasi pemanfaatan lahan untuk tanaman yang mendukung gizi seimbang, bantuan bibit tanaman, pelayanan KB gratis (MOW, MOP, IUD, Implant), demo memasak di Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat)  dan penyerahan bantuan beras untuk masyarakat berisiko stunting. 

Roadshow dipimpin Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo,Sp.OG (K) dan Ketua Dharma Pertiwi pusat Hetty Andika Perkasa. Turut hadir dalam kegiatan roadshow Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara Nawal Lubis Edy Rahmayadi.

Kepala BKKBN dr.Hasto Wardoyo mengatakan Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi prioritas penurunan stunting nasional. Sebab, tingkat prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Utara yakni 25,8 persen lebih tinggi sedikit dibandingkan prevalensi rata-rata nasional yakni 24,4 persen.

“Jumlah penduduk Sumatera Utara sangat banyak. Jadi angka 25,8 % itu dengan jumlah penduduk banyak, absolutnya jadi besar. Karena itu Provinsi Sumatera Utara termasuk daerah prioritas percepatan penurunan stunting untuk mencapai target 14 persen pada tahun 2024,” kata dr. Hasto.

Karena itu dr. Hasto juga menyebutkan, banyak kegiatan percepatan penurunan stunting dilakukan di Kota Medan, Sumatera Utara.

Sementara itu Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) BKKBN Sukaryo Teguh Santoso mengatakan roadshow merupakan bagian dari komitmen kolaborasi BKKBN dengan TNI dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Ada 12 wilayah prioritas. Ke-12 wilayah prioritas ini tujuh daerah prevalensi stantingnya  diatas 30 persen, seperti  NTT, NTB, Aceh, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara. Selain itu ada lima daerah jadi prioritas karena banyaknya jumlah penduduk, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Sumatera Utara,” kata Teguh.

Karena itu Teguh berharap, dengan adanya roadshow dan sosialisasi, target percepatan penurunan stunting di Sumatera Utara bisa dicapai.

“Kegiatan roadshow ini memberikan advokasi dan sosialisasi meskipun lingkupnya hanya di Kota Medan, tetapi ada jajaran TNI di mana-mana. Sehingga kehadiran TNI dan Mabes TNI akan memberikan motivasi kepada seluruh jajaran TNI yang ada di desa-desa sehingga mereka akan melakukan upaya-upaya penyuluhan, pendampingan terhadap keluarga, kemudian pembinaan ketahanan keluarga dan menyukseskan program KB,” jelas Teguh.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Muhamad Irzal juga berharap dengan kolaborasi BKKBN Dharma Pertiwi dan jajaran TNI di daerah-daerah mampu menurunkan prevalensi stunting di Sumatera Utara yang berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) sebesar 25,8 persen.

“Jadi dengan adanya kolaborasi antara BKKBN dengan TNI dan mitra kerja dalam rangka percepatan penurunan stunting di Sumatera Utara bisa tercapai. Saat ini angka stunting di Sumut berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dikeluarkan Kemenkes RI mencapai 25,8%,,” katanya. n (RIE)

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

 

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

 

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.