JAKARTA—Upaya percepatan penurunan prevalensi stunting terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu yang unik, dilakukan oleh Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Bersama Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Semarang Kolonel (Mar) Hariyono Masturi, Mbak Ita, demikian perempuan penulis buku resep masakan Megawati Sukarnoputri ini biasa disapa, mendemonstrasikan cara memasak untuk menu atasi stunting di atas kapal perang KAL Pulau Menjangan yang tengah sandar di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjungmas, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (21/08/2022).

Dihadapan puluhan kaum ibu yang ikut naik ke geladak kapal perang, Mbak Ita memasak dengan menggunakan buku resep masakan yang ia tulis. Bukunya adalah Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil; untuk Generasi Emas Indonesia. Buku ini ia tulis berdasarkan resep-resep masakan yang dimiliki Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri.

Kepada para istri anggota TNI AL yang tergabung dalam Jalasenastri, ibu-ibu PKK dan ibu-ibu hamil yang ikut di atas kapal perang itu, Mbak Ita mengenalkan satu per satu resep masakan khusus untuk mengatasi stunting. Menu yang ia masak adalah sup bola udang, kolak ubi jalar, sayur bening kelor, dan pepes ikan kakap.

Semuanya dimasak tanpa digoreng dan sama sekali tidak menggunakan bahan minyak goreng.

 

Dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (23/08/2022), Mbak Ita mengatakan demo memasak di atas kapal perang itu sebagai bentuk edukasi mengatasi stunting yang efektif kepada masyarakat.

 

“Kalau ibu-ibu datang, selalu dengan membawa anak-anaknya. Jadi setelah demo memasak, anak-anak juga bisa melihat-lihat dalamnya kapal perang itu seperti apa. Ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat,” kata Mbak Ita.

 

Menurut Mbak Ita, demo memasak di atas kapal perang itu akan terus dilanjutkan. Sebab, dengan kapal maka bisa menjangkau pulau-pulau terpencil yang juga ada prevalensi stuntingnya.

 

“Kapalnya akan berlayar untuk menjangkau pulau-pulau terpencil. Di pulau itu akan dilakukan demo memasak yang sehat dan bergizi dengan menggunakan bahan-bahan yang didapat di pulau-pulau itu sendiri untuk mengatasi stunting,” kata dia.

 

Mbak Ita mengatakan ada empat nilai dalam demo memasak untuk mengatasi stunting ini. Pertama, makanan yang dimasak itu sehat. Kedua, bahannya mudah didapat, bahkan bisa ditanam di halaman rumah sendiri. Ketiga, harganya murah, dan keempat, makanan yang dimasak itu bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.

 

Terkait prevalensi stunting di Kota Semarang, Mbak Ita mengatakan rendah dan saat ini telah turun. “Tadinya 1.800, tetapi sekarang turun jadi 1.400. Kita terus melakukan upaya-upaya, berupa edukasi dan juga pemberian makanan tambahan untuk ibu-ibu hamil dan balita,” kata Mbak Ita.

 

Menurut dia, dari 16 kecamatan di Kota Semarang sudah dilakukan edukasi dan juga pemberian makanan tambahan. Bahkan, bantuan bahan-bahan kebutuhan pokok juga sudah diberikan kepada masyarakat. Bantuan itu berupa beras, kacang hijau, tepung beras, gula merah, santan, dan telor.

 

“Dalam paket bantuan bahan pangan itu kami memang tidak memasukkan minyak goreng, karena kami mengajarkan untuk memasak yang sehat,” kata Mbak Ita.

 

Selain dengan Danlanal, upaya percepatan penurunan stunting di Kota Semarang juga telah dilakukan bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat yakni Kodim 0733BS/Semarang dan Palang Merah Indonesia (PMI).

 

Sementara itu Danlanal Semarang Kolonel (Mar) Hariyono Masturi dalam keterangannya kepada awak media mengatakan kegiatan itu merupakan misi operasi selain operasi militer yang dilakukan oleh TNI, yakni membantu pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan, sesuai Undang Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. 

 

“Salah satunya pembangunan sumber daya manusia melalui sosialisasi memasak dari bahan pokok yang dihasilkan dari laut yang melimpah seperti ikan dan udang untuk mencegah stunting karena kandungan gizinya sangat tinggi,” kata Hariyono. n (KIS)

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

 

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.