JAKARTA — Ketua Umum Dharma Pertiwi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati (Hetty) Andika Perkasa mengajak kaum perempuan untuk memasak makanan yang sehat untuk ibu hamil dan anak bayi di bawah usia dua tahun guna mencegah stunting.

Ajakan Hetty, istri Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa itu, ditunjukkannya dalam demo memasak di Markas Komando Distrik Militer 0618/BS Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa hari lalu itu adalah tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang dibuat Dharma Pertiwi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai kolaborasi upaya percepatan penurunan stunting.

Di hadapan ratusan kaum perempuan itu, Hetty menggunakan buku Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil untuk Generasi Emas Indonesia, yang merupakan kumpulan resep masakan Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri.

Buku Resep Makanan Baduta (Bayi di bawah Usia Dua Tahun) dan Ibu Hamil untuk Generasi Emas Indonesia ditulis Hevearita G. Rahayu berisi 164 resep masakan.

Buku ini menjadi pedoman praktis dalam mengatasi stunting dengan memberikan resep makanan guna memenuhi kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan generasi muda Indonesia dari umur 6 bulan hingga 24 bulan.

Buku resep makanan ini mengambil bahan-bahan makanan yang bisa ditanam atau diternak di pekarangan rumah atau dibeli dengan harga terjangkau. Resep dalam buku ini juga mengangkat keseluruhan khazanah kuliner Nusantara.

 

Direktur Komunikasi, Informasi, dan Edukasi BKKBN Eka Sulistia Ediningsih, Jumat (12/08/2022) mengatakan pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sangat menentukan seorang bayi menderita stunting atau tidak. Kondisi fisik ibu sebelum hamil dan kebiasaan buruk sang bapak seperti merokok, juga menjadi faktor potensi stunting bayi. 

Menurut Eka, kecukupan gizi sejak bayi berada dalam kandungan adalah kunci utama mencegah stunting. Karena itu kehamilan dan kelahiran harus direncanakan dengan baik oleh pasangan suami dan istri.

“Gerakan mencukupi makanan bergizi bagi ibu hamil dan bayi di bawah usia dua tahun (baduta) dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong,” kata Eka.

Kegiatan memasak makanan untuk keluarga berisiko stunting dilakukan di Dapur Sehat Atasi Stunting atau disingkat menjadi Dashat.

Apakah Dashat itu?

Dashat digagas oleh BKKBN untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

Dashat pertama kali diluncurkan BKKBN pada Jumat 20 Oktober 2021 di Auditorium Pemerintah Kabupaten Bogor. Kegiatan ini mulai dicanangkan dengan tujuan mengatasi stunting di daerah-daerah. 

Dashat sendiri dibuat sebagai salah satu upaya mencegah stunting lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita terutama dari keluarga kurang mampu. 

Dashat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gizi anak stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga risiko stunting. Selain itu, diharapkan dengan adanya pengetahuan dan keterampilan penyiapan pangan, kita mampu memberikan pangan sehat dan bergizi menggunakan sumber daya lokal. 

Dashat bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga lewat keterlibatannya dalam kelompok usaha keluarga atau masyarakat yang berkelanjutan.

Program ini menjadi program strategis untuk mencegah dan mengatasi stunting melalui ketahanan pangan yang mengangkat kearifan lokal.

 

Percepatan penurunan stunting adalah kerjasama kolaboratif multisektor, yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen holistik-integratif dan berkualitas.

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam program Dashat antara lain, dunia usaha, pendamping pendidikan lewat Tri Dharma Perguruan Tinggi, kader penggerak dan motivator di tingkat RT/RW/Desa (PKK, PPKBD/Sub, dan kader lainnya). 

Selain itu ada juga pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petugas sebagai pembina, pendamping, penyuluh, serta regulator pelaksanaan Dashat di antaranya Dinas Kesehatan dan BKKBN. 

Dalam prosesnya pelaksanaannya, Dashat dapat memanfaatkan bahan sisa produksi namun layak olah dari produsen pasangan seperti petani, peternak unggas, peternak ikan, dan retail. 

 

Karena menggunakan pangan lokal yang diproduksi di wilayah Indonesia dan tersedia dekat dengan masyarakat, Dashat juga dapat memberi manfaat seperti, mendapatkan pangan yang segar atau baru, mengurangi terjadinya kehilangan gizi terutama vitamin, lebih terjangkau oleh masyarakat bila diproduksi dalam jumlah banyak dan dikonsumsi oleh banyak orang , meningkatkan peluang kerja dan peluang usaha, dan menggerakkan ekonomi rakyat terutama penduduk pedesaan, serta meningkatkan kedaulatan dan ketahanan pangan.

Dashat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gizi anak stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga risiko stunting. Selain itu, diharapkan dengan adanya pengetahuan dan keterampilan penyiapan pangan, masyarakat mampu memberikan pangan sehat dan bergizi menggunakan sumber daya lokal. n (FBA/AND)

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

 

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.