Kamis, (16/06/2022) Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) melanjutkan rangkaian kegiatan di Jawa Timur dengan mengunjungi Kabupaten Magetan didampingi  Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM dan Deputi 3 Menko PMK drg. Agus Suprapto, M.Kes. Bertempat di Kantor Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Dokter Hasto, sapaan akrab Kepala BKKBN memberi motivasi kepada Tim Pendamping Keluarga, Satgas Stunting dan Penyuluh Keluarga Berencana yang merupakan garda terdepan dalam upaya penggerakan dan percepatan penurunan stunting.

“Bagi wanita usia subur yang akan menikah jangan sampai menderita anemi. Lakukan pendampingan, jika ternyata anemi berikan vitamin, agar mengurangi resiko melahirkan bayi stunting di kemudian hari. Selain itu, cek lingkar lengan jangan kurang dari 23,5 cm. Setelah bayi lahir, dipantau lagi panjang badannya, kurang dari 48 cm atau tidak. Jika kurang dari itu, bayi beresiko menderita stunting sehingga perlu diberi pendampingan dan perhatian khusus.” jelas Dokter Hasto.

Deputi 3 Kemenko PMK drg. Agus Suprapto, M. Kes, menambahkan, “Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga adalah agen terdepan, agent of change penurunan stunting. Kuasai lapangan, monitor dengan baik keluarga beresiko stunting agar angka stunting bisa terus diturunkan hingga 14 persen tahun 2024.

Tahun 2021 Kabupaten Magetan masuk dalam Kabupaten/Kota Lokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi bersama 13 kabupaten lain di Jawa Timur. Prevalensi stunting Kabupaten Magetan tahun 2019 adalah 21,54 persen (SSGBI). Di tahun 2021 angka prevalensi stunting Kabupaten Magetan turun menjadi 17,2 persen.

“Pencapaian Kabupaten Magetan ini luar biasa, saya optimis dengan usaha Tim Pendamping keluarga termasuk Penyuluh KB di dalamnya, dukungan lintas sektor, tahun 2024 angka stunting di Magetan bisa diturunkan hingga 14 persen, pungkas Dokter Hasto.

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting