JAKARTA— Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkomitmen penuh membangun sistem manajemen risiko yang merupakan bagian dari Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP) guna mempercepat upaya penurunan prevalensi stunting.

“Maka dari itu penting untuk meningkatkan kapasitas dan membangun komitmen para pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat pimpinan tinggi pratama BKKBN Pusat dan Provinsi dalam menerapkan Manajemen Risiko di lingkungan unit kerja masing-masing,” kata Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo pada kegiatan Executive Meeting Manajemen Risiko di Lingkungan BKKBN yang dilaksanakan di Sentul, Jawa Barat, Senin (13/6).

 

Hasto mengatakan setiap pelaksanaan program dan kegiatan harus berorientasi pada hasil serta fokus kepada prioritas, target yang dicapai, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“SPIP menjadi bagian bagaimana memitigasi risiko, guna pencapaian visi dan misi BKKBN termasuk di dalamnya percepatan penurunan angka stunting. Bagaimana agar target 14% dapat dicapai di tahun 2024. Tentu saja dengan data yg benar, tepat sasaran dan Tim Pendamping Keluarga yang dapat memberikan treatment langsung sesuai kondisi lapangan,” kata Hasto.

Menurut Hasto, komitmen dalam menerapkan manajemen risiko yang diawali pengembangan budaya sadar risiko, sosialisasi kepada seluruh pejabat/pegawai, dan yang penting komitmen untuk menyediakan sumber daya untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan manajemen risiko guna mendukung pencapaian visi, misi, dan sasaran BKKBN.

Hasto menyatakan kesadaran dan komitmen terhadap pe

ntingnya tata kelola menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Diperlukan kolaborasi agar anggaran tepat sasaran dan tujuan dapat tercapai.

Penyelenggaraan SPIP meliputi Penilaian Mandiri (PM) dan Penjaminan Kualitas (PK), serta Evaluasi atas PMPK yang dilakukan oleh BPKP mencakup penilaian secara terintegrasi termasuk Manajemen Risiko Indeks (MRI).

Hasil Penilaian Baseline Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi pada BKKBN Tahun 2021 sebesar 3,056, dengan nilai Manajemen Risiko Indeks (MRI) sebesar 2,741. Terdapat bebera

pa kriteria dengan nilai di bawah 3,000 untuk segera ditindaklanjuti oleh seluruh unit kerja dalam upaya meningkatkan nilai Maturitas SPIP BKKBN Tahun 2022.

Selanjutnya, para pejabat di lingkungan BKKBN itu menandatangani Komitmen Bersama Penerapan Manajemen Risiko di BKKBN.

Komitmen bersama tersebut ditandatangani oleh Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama BKKBN Pusat dan Provinsi yang disaksikan langsung oleh Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya agar semangat integritas seluruh Pimpinan BKKBN tetap terjaga. n (AND)

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

 

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.